Welcome To My Blog

Selamat datang datang di SamSam's Blog silahkan melihat-lihat isi yang ada... Check It Out !!

Select The Categories

Silahkan pilih berbagai macam kategori-kategori yang ada di kolom bagian kanan.

Enjoy Our Information

Nikmati berbagai macam informasi yang telah tersedia yang dapat membantu di dalam kehidupan sehari-hari Anda.

Give Your Comment

Jangan lupa memberikan komentar baik anda menyukai atau tidak apa yang telah saya posting. Sehingga dapat memberi manfaat satu sama lain. Dan saya pasti akan membalas komentar anda..!!

Write The Guest Book

Jangan lupa menuliskan buku tamu yang ada di scroll kanan Anda. Thank You !!

Tampilkan postingan dengan label Tips dan Motivasi Berbisnis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips dan Motivasi Berbisnis. Tampilkan semua postingan

Selasa, 18 Juni 2013

CARA MENGEMBANGKAN BISNIS DENGAN INOVASI


Kali ini gue SamSam akan membahas tentang Cara-mengembangkan-bisnis-dengan-inovasi simak dengan baik. Oke! Anggap saja bisnis Anda adalah bisnis terlaris pada tahun ini. Jangan senang dulu, tingkat kecepatan dalam perkembangan bisnis melebihi kecepatan pesawat jet sekalipun. 

Bisnis Anda yang terdepan tahun ini, bisa saja terbelakang dan gulung tikar pada tahun depan. Masih untung kalau tahun depan. Bagaimana kalau bulan depan, minggu depan atau bahkan besok? Tertidur beberapa menit saja, saat Anda bangun tahu-tahu Anda sudah bangkrut. Banyak dari mereka hadir dengan membawa inovasi baru. Jika Anda terus bertahan dengan cara lama, jangan menyesal jika bisnis Anda akan semakin jauh tertinggal. Zaman berubah, cara juga harus berubah. Inovasi adalah salah satu kalau bukan satu-satunya cara untuk mengembangkan bisnis Anda. Lakukan cara berikut untuk mengembangkan bisnis Anda dengan inovasi;

1. Sesuaikan dengan Permintaan Pasar
Semakin maju zamannya, pasar atau konsumen semakin cerdas dalam memilah dan memilih barang dan jasa yang ingin ia belanjakan. Dikarenakan penghargaannya terhadap waktu yang teramat tinggi, maka barang dan jasa yang hemat waktu alias praktis adalah target konsumen modern. Jika dulu untuk mengomsumsi susu konsumen harus mencampur susu bubuk, gula dan air dengan ukuran yang pas, sekarang konsumen cenderung memilih untuk mengomsumsi susu dalam kemasan botolan yang telah lulus uji kesehatan, tentunya. Kalau Anda yang praktis dan sehat, mengapa memilih yang ribet dan repot? Praktislah!

2. Tinggalkan Produk yang Tidak Bertahan Lama
Untuk apa menginvestasikan uang dalam mengembangkan bisnis Anda pada suatu produk yang tidak bertahan lama. Selain uang, waktu dan tenaga Anda terkuras. Pemutar kaset datu CD yang laku keras bebarapa tahun lalu sudah tidak dapat bertahan lagi dalam persaingan bisnis produk musik. Ianya sudah tergantikan dengan MP3 Player atau bahkan ponsel pribadi Anda yang sangat mobile dan mudah mengakses dan berbagi lagu-lagu baru dan favorit. Jadi, pertahankanlah produk yang bertahan lama dan tinggalkan produk yang tidak bertahan lama.


3. Ciptakan Kualitas, Bukan Sekadar Kuantitas
Peluncuran produk terbaru apple selalu saja ditunggu-tunggu. Orang-orang bersedia membayar mahal untuk itu. Pada dasarnya, pasar membeli inovasi. Kami tidak menyarankan Anda untuk menciptakan produk baru setiap detiknya. Inovasi tidak berbicara kuantitas. Inovasi adalah pertemuan antara kreasi dan kualitas. Microsoft dan Nokia yang sangat terkenal beberapa tahun lalu, sekarang tak mampu menyaingi ketenaran Apple meski Microsoft dan Nokia bergabung sekalipun dalam ponsel Lumia.

4. Inovasi atau Mati
Sesuatu bisa terus hidup jika ia bergerak. Sesuatu yang bergerak pasti berubah. Sesuatu yang berubah itulah yang dinamakan inovasi. Anda kira Nokia dan Microsoft tidak berinovasi? Mereka juga berinovasi. Hanya saja inovasi mereka kalah cepat dan kualitas dengan Apple. Nah, yang berinovasi saja belum tentu berkembang, apalagi yang tidak berinovasi. Jadi pilihannya tinggal dua; inovasi atau mati?

Demikian cara-mengembangkan-bisnis-dengan-inovasi. Selamat mengembangkan bisnis dengan inovasi!

Jangan lupa kasih komentar dan klik G+1 yang ada di bawah postingan ini ya.. THANKS !!



CARA MENCARI MITRA KERJA HANDAL

http://www.tanyafengshui.com/image/cache/data/products/icon_kckps_002_320x320-500x500.jpgKali ini SamSam akan membahas tentang Cara-Mencari-Mitra-Kerja-Handal . Anda bukanlah superman yang dapat mengerjakan semuanya. Anda harus dapat bekerja sama secara tim jika Anda ingin lekas berhasil dalam melakukan suatu hal. Manalah mungkin Anda yang merakit mobil, Anda yang memasarkan, Anda yang mengemudikan dan Anda juga yang memperbaikinya jika mobil tersebut rusak. Anda membutuhkan bantuan orang lain. Ya, manusia adalah makhluk sosial.

Dalam bidang apapun, baik itu mencari pasangan hidup atau dalam hal bisnis, Anda membutuhkan mitra kerja yang Andal. Tapi sayangnya, tidak sedikit penipuan bisnis terjadi karena mitra yang diajak kerjasama ternyata tidak dapat diandalkan. Tidak semua orang dapat dijadikan mitra. Tidak semua mitra dapat diandalkan. Kalau begitu, mari kita pelajari cara mencari mitra kerja yang andal;

1. Memiliki Tujuan yang Sama
Apa jadinya jika dua orang penumpang becak memiliki dua tujuan yang berbeda. Tukan g becakpun kewalahan dibuatnya. Jika Anda tidak ingin bisnis Anda kewalahan seperti tukang becak tadi, temukan mitra kerja yang satu tujuan dengan Anda. Dengan begini, sewaktu-waktu bila bisnis Anda agak menyimpang atau jalan di tempat, Anda dapat saling mengingatkan untung kembali ke jalur agar lekas sampai pada tujuan. Nah, tukang becakpun akan lebih semangat mengayuh becaknya. Dan keuntungan bisnis Andapun akan cepat terkayuh.

2. Menutupi Kekurangan Anda
Ada orang yang jago berpikir, tapi lambat bertindak. Ada yang cepat bertindak, tapi lambat berpikir. Lebih bagus, jika orang tersebut sudah jago berpikir, cepat pula bertindak. Asal jangan lama bertindak, lemah juga dalam berpikir. Setiap orang mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Itulah gunanya mitra kerja. Menutupi kekurangan Anda. Misalnya Anda cerdas dalam mengelola keuangan namun kurang cakap dalam pemasaran, maka, carilah mitra kerja yang cakap dalam bidang pemasaran. Itu dapat menghemat pikiran, waktu, uang dan tenaga Anda.


3. Mitra yang Ahli dalam Bidangnya
Oke, sekarang Anda sudah tahu kelebihan Anda dan cara mengembangkannya. Anda juga sudah tahu kekurangan Anda dan mencari mitra kerja yang dapat menutupi kekurangan Anda tersebut. Hanya saja tidak semua orang yang bekerja di bidang pemasaran, betul-betul ahli dalam bidang tersebut. Dibutuhkan bakat dan keterampilan khusus dalam menguasai bidang tertentu. Anda tentu tahu dampak buruk yang terjadi bila Anda bermitra dengan orang yang tidak ahli di bidangnya. Fokus utamanya adalah mencari mitra kerja yang Andal. Lihatlah pengalaman kerja calon mitra Anda tersebut.
Mitra kerja terbagi atas beberapa tingkatan. Investor, direktur, karyawan dan sekertaris adalah beberapa diantaranya. Untuk mitra kerja yang disebutkan terakhir ada sedikit tips. Jadikanlah sekertaris Anda sebagai istri Anda yang halal, kalau Anda masih lajang. Atau jadikan istri Anda sebagai sekertaris, kalau Anda sudah menikah. Tidak sedikit, skandal yang merusak perkembangan bisnis Anda hanya karena ulah sekertaris dan atasannya itu.

Demikian Cara-Mencari-Mitra-Kerja-Handal . Semoga lekas menemukan mitra kerja yang Handal!

Jangan lupa kasih komentar dan klik G+1 yang ada di bawah postingan ini ya.. THANKS !!

12 FAKTOR YANG DAPAT MENURUNKAN KINERJA KARYAWAN

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiUiEmGisyt3nYWEh_LMDggXAZDzl3TxJdCiYncDTzNqTiIF11rr4tdq4jNVlktUFn3DJwIYIwhD7sUgy9ecqsbEugLNnncD1DjlqC8dhH0PeT5ye2yUPInLq6DElb0HhpZgtF5EVXMBPmU/s1600/LESU.JPGKali ini SamSam77 akan membahas tentang  12 faktor-yang-dapat -menurunkan-kinerja-karyawan. Sebagai seorang pelaku usaha, salah satu poin penting yang tak boleh luput dari perhatian kita adalah menjaga motivasi kerja para karyawan. 

Baik buruknya kinerja karyawan akan berimbas pada perusahaan yang Anda jalankan. Ketika kinerja karyawan menurun, bisa dipastikan bila roda perusahaan juga tidak bisa berjalan dengan seimbang. Begitu juga sebaliknya, bila motivasi kerja karyawan bisa terjaga dengan baik, maka perkembangan perusahaan Anda bisa berjalan dengan lancar.
Meskipun begitu, sampai saat ini masih banyak pelaku usaha yang kurang memperhatikan motivasi kerja para karyawannya. Sehingga wajar adanya bila sampai saat ini budaya resign (keluar) dari sebuah perusahaan menjadi hal yang sangat biasa di kalangan masyarakat sekitar kita. Karena itu, untuk bisa mempertahankan motivasi kerja setiap karyawan di perusahaan Anda. Mari kita simak bersama mengenai faktor yang dapat menurunkan kinerja karyawan :

Pertama. Perlakuan yang tidak adil : Perlakuan yang tidak sama dan bukan berdasarkan “kompetensi” melainkan “like or dislike”. Misal : kebijakan yang arogan, tidak adanya sistem imbalan yang jelas dan baku, diskriminasi berdasarkan pada kesamaan suku, kesamaan alumni, kesamaan minat, nepotisme, dsb. 

Kedua. Adanya persaingan dimana karyawan yang satu akan dipromosikan dan yang lainnya masih bertahan pada jabatan yang sama. Sebagian pelaku usaha mungkin berpikir bahwa cara seperti ini merupakan strategi yang baik untuk mengukur kemampuan tim kerja yang Anda miliki. Namun tanpa Anda sadari bahwa hal ini justru akan membunuh motivasi kerja karyawan yang tidak dipromosikan.

Ketiga. Kurangnya wewenang : Besarnya tanggung jawab yang harus dipikul namun tidak disertai wewenang dalam membuat keputusan. Misal : campur tangan atasan yang berlebihan sampai ke aspek tehnis, standar operating prosedur (SOP) yang terlalu kaku dsb.

Keempat. Sang pemimpin masa bodoh dengan mimpi, tujuan, dan kepuasan kerja pekerjanya. Bila pemimpin perusahaan kurang memperhatikan apa yang dapat memotivasi para pekerjanya, dan tidak  mengetahui apa yang bisa menyenangkan dan membuat pekerja Anda sukses, maka tidak menutup kemungkinan bila motivasi kerja mereka akan menurun karena karyawan Anda merasa kesejahteraan mereka kurang diperhatikan.

Kelima. Imbalan yang tidak memadai : Kecilnya upah dibandingkan dengan volume pekerjaan, tidak menariknya skema insentif dari target yang ingin dicapai, terjadinya perubahan kebijakan yang lebih buruk dari kebijakan sebelumnya. Misal : penundaan kenaikan upah, perubahan menjadi tenaga kontrak, pengurangan tunjangan kesejahteraan, ditiadakannya bonus dsb. 

Keenam. Berharap hanya pada satu orang karyawan. Kondisi seperti ini mungkin sering kita temui di sekitar kita, banyak pelaku usaha yang mempercayakan semua urusan perusahaan hanya pada satu orang karyawan yang menjadi tangan kanannya. Tentu hal ini kurang tepat, karena suatu saat nanti bila Anda akan kehilangan orang tersebut maka roda perusahaan Anda dipastikan juga akan ikut goyah. Oleh sebab itu, mulailah untuk mengembangkan kemampuan pekerja Anda dan persiapkan mereka untuk menempati posisi-posisi penting di perusahaan Anda sesuai dengan kemampuan yang mereka miliki.

Kedelapan. Terjadinya konflik nilai : Ketidak-sesuaian antara prinsip pribadi dengan tuntutan pekerjaan. Misal : penugasan yang mengharuskan mereka “menyogok”, berbohong, ataupun taktik lain yang menghalalkan segala cara namun aktifitas tsb. bertentangan dengan nilai moral yang diyakininya.

Kesembilan. Kurang percaya dengan kemampuan karyawannya. Dalam banyak kasus, biasanya pemimpin perusahaan berasumsi bahwa apa yang Ia cita-citakan untuk perkembangan perusahaan belum dipahami oleh para karyawannya. Sehingga sebagian besar pemimpin perusahaan tidak membantu karyawannya untuk memahami bagaimana caranya bisa expert dalam bekerja, dan belum mempromosikan mereka untuk posisi yang lebih baik.

Kesepuluh. Hilangnya sambung rasa : Terjadinya pengkotak-kotakan penugasan yang berdampak pada meningkatnya isolasi sosial dalam lingkungan kerja. Misal : adanya job desk yang terlalu kaku, gaya manajemen “devide et empera” yang suka memelihara konflik dsb. 

Kesebelas. Reward lebih sering diberikan kepada karyawan yang pandai berbicara. Orang-orang yang pintar berbicara, dan cenderung menonjol memang sering diperhatikan oleh pimpinan perusahaan. Hal seperti ini tentunya sering kita temui di lapangan, namun yang kurang diperhatikan pimpinan perusahaan adalah bahwa ada juga beberapa orang yang tidak banyak bicara tetapi kualitas kerjanya pantas untuk mendapatkan penghargaan (reward). Karena itu, sebaiknya berikan reward kepada karyawan Anda berdasarkan target kerja yang berhasil mereka capai.
Setelah membahas lima cara yang mengangkat motivasi kerja karyawan, kini giliran Anda untuk menerapkannya langsung di perusahaan dan mempertahankan loyalitas dari para karyawan Anda.

Keduabelas. Beban kerja berlebihan : Terlalu banyaknya pekerjaan, sedikitnya waktu yang tersedia dan tidak adanya dukungan sistem menghabiskan cadangan sumber daya dan berdampak pada menurunnya kualitas kerja. Misal : rasio perawat dengan jumlah pasien yang tidak seimbang, banyaknya jumlah transaksi yang harus dilakukan petugas bank, manajer yang terlalu banyak melakukan tugas administratif dsb.

Demikian 12 Faktor-yang-dapat-menurunkan-kinerja-karyawan semoga artikel ini dapat berguna bagi kalian para owner pelaku bisnis apapun. Ingat Karyawan adalah salah satu aset yang paling berharga di dalam menjalankan bisnis anda.

Jangan lupa kasih komentar dan klik G+1 yang ada di bawah postingan ini ya.. THANKS !!





MAJUKAN USAHA DENGAN MENJAGA PELANGGAN SETIA

Pada kesempatan kali ini SamSam akan membahas tentang Majukan-Usaha-Dengan-Menjaga-Pelanggan-Setia . Pelanggan setia bukan sekadar pelanggan yang datang berkali-kali. Tapi, pelanggan setia juga pemasar produk yang loyal untuk memajukan usaha kita.

Hal yang paling menyenangkan dari menjalankan usaha adalah ketika kita berhasil mendulang keberhasilan dan memperoleh pelanggan setia, yang bahkan bisa menjadi “marketing” alias ikut mempromosikan produk kita kepada siapa pun. Proses untuk mendapat pelanggan yang masuk dalam kriteria fans ini memang tak mudah. Pelayanan yang serba memuaskan, kedekatan emosional, hingga kualitas produk yang tentunya sangat baik harus mampu disajikan dengan maksimal. Tapi, tak jarang, orang yang sudah masuk kriteria sebagai pelanggan setia, tiba-tiba saja menghilang. Bisa jadi ia kecewa dan kemudian bercerita kepada para relasinya. Jika hal ini tidak segera diantisipasi, bisa jadi nama baik usaha kita pelan-pelan akan tergerus dan hilang ditelan oleh cerita kurang puas dari konsumen yang kecewa.
Lantas, apa yang harus kita lakukan agar pelanggan setia tidak kecewa? Berikut beberapa hal:

• Jangan banyak penggantian personel atau pekerja
Sudah jadi rahasia umum bahwa ada banyak konsumen yang lebih setia pada orang (pekerja) kita dibanding usaha (brand) kita sendiri. Apalagi, jika kita belum mempunyai sistem kerja yang punya standar yang sama. Misalnya di salon kecantikan kelas premium. Solusinya, jangan terlalu sering berganti pekerja. Atau, ciptakan sistem yang benar-benar terstandarisasi dengan baik sehingga layanan satu orang dengan lainnya saat meladeni konsumen benar-benar seragam.

• Jaga perlakuan pada pelanggan lama dan baru
Kadang, untuk mendapatkan pelanggan dan baru dan memperluas pasar, kita menggunakan trik diskon dan nilai tambah sebagai bentuk promosi. Dan memang, ini biasanya akan “menggoda” pelanggan baru untuk datang. Tapi ingat: kita sudah punya pelanggan setia. Jangan sampai, apa yang kita tawarkan kepada pelanggan baru justru lebih menggoda daripada yang diberikan kepada pelanggan setia kita. Justu, pelanggan setia harus diperlakukan jauh lebih baik!

• Jangan terlalu fokus pada soal harga
Fokus pada harga sah-sah saja. Namun banyak pesaing melakukan hal yang sama. Jadi ada baiknya kita juga memperhatikan nilai tambah dari harga yang telah kita tentukan. Tak jarang—bahkan banyak—orang yang membeli sesuatu bukan berdasar harga, tapi karena punya nilai tambah yang tidak dimiliki pesaing. Di sinilah peran kita sebenarnya, yakni dengan tetap fokus memberikan pelayanan terbaik, terutama kepada pelanggan setia.

• Jangan terlalu memaksa memanfaatkan momentum
Biasanya, karena merasa sudah dekat, sudah terlalu personal saat berhubungan dengan pelanggan, kita seolah sudah merasa tak memiliki jarak. Saat itu, tanpa disadari, kita sering kali menawarkan hal-hal yang kadang kurang dibutuhkan oleh pelanggan. Di depan kita, mungkin si pelanggan tidak mengungkapkan kekesalannya secara langsung. Tapi bisa jadi di belakang, ia merasa gerah karena terus dipaksa membeli produk yang sebenarnya kurang dibutuhkannya. Untuk mengantisipasinya, jangan terlalu memaksa. Cobalah pahami kebutuhannya, dan jangan berlebihan dalam memanfaatkan momentum kedekatan ini.

• Tetap fokus pada produk utama
Setiap brand sering kali diidentikkan dengan produk tertentu. Begitu juga dengan pelanggan setia terhadap produk kita. Misalnya kita bergerak di bidang jasa periklanan yang banyak melayani jasa maintenance pada social media. Meski produk jasa kita banyak, namun jika di pasaran sudah dikenal bahwa usaha kita sangat hebat di bidang maintenance pada social media, jangan terlalu serakah mengambil jatah yang di luar bidang tersebut. Tak salah memang, tapi jangan sampai fokus kita di bidang yang sudah membuat usaha terkenal jadi hilang arah. Tetap fokus pada layanan utama, karena di sana kita mendapat pelanggan setia.

Sebenarnya, masih banyak cara-cara lain baca cara-mendapatkan-kepercayaan-konsumen yang bisa kita lakukan agar konsumen tetap setia. Yang pasti, jadikan kepuasan selalu menjadi yang terdepan untuk usaha kita, baik kepuasan untuk pelanggan, kepuasan untuk karyawan, hingga kepuasan masyarakat luas yang belum tentu pernah memakai produk kita. Sebab, saat kepuasan ini sudah diperbincangkan dan jadi nilai tambah usaha kita, niscaya pelanggan setia akan selalu ada.

Demikian Majukan-Usaha-Dengan-Menjaga-Pelanggan-Setia . Semoga artikel ini dapat memberikan bagi para pebisnis-pebisnis yang ada di negeri kita ini INDONESIA.. TerimaKasih...!!

Sumber :
http://www.andriewongso.com/articles/details/7912/Majukan-Usaha-dengan-Menjaga-Pelanggan-Setia 


Jangan lupa kasih komentar dan klik G+1 yang ada di bawah postingan ini ya.. THANKS !!
 

MANAJEMEN WAKTU DAN AKTIVITAS

SamSam akan membahas tentang Manajemen-waktu-dan-aktivitas. Setiap orang mendapatkan “hadiah” yang sama setiap hari: waktu, energi, dan pilihan. Time, energy, and choice yang dikelola dengan baik merupakan aset untuk sukses. Dibandingkan dengan metode manajemen waktu, manajemen aktivitas berdasarkan waktu merupakan pilihan yang lebih efektif, menurut Mark Woods dan Trapper Woods dalam buku mereka Attack Your Day! Before It Attacks You.
Manajemen waktu yang ditawarkan Mark dan Trapper ini berbasis aktivitas. Intinya, pilihlah aktivitas dengan prioritas tinggi, catat dengan baik, kelola dengan baik, jalankan dengan baik, dan fokuslah dengan tepat. Dalam Bahasa Inggrisnya: choosing activities, tracking activities, arranging activities, flexicuting activities, and focusing on activities.

Choosing Activities
Tentukan dulu hasil yang mau dicapai, setelah itu baru jalankan tahapan-tahapannya. Contohnya, Anda ingin memiliki rumah seharga Rp300 juta dalam 3 tahun, maka hitunglah berapa yang perlu Anda tabung dalam setiap tahun. Bagilah dalam 12 bulan, sehingga Anda mendapatkan jumlah bulanannya, mingguan, dan harian. Demikian pula jika Anda ingin membentuk six-pack abs dalam 90 hari, maka hitunglah berapa sit-up yang perlu Anda lakukan per hari.

Tracking Activities
Gunakan jurnal dalam bentuk kertas maupun elektronik, bisa di BB atau iPhone atau smartphone lainnya. Buatlah list of things to do setiap hari. Gunakan warna yang berbeda untuk prioritas yang berbeda. Ada kegiatan bulanan, ada kegiatan mingguan, dan ada kegiatan harian. Kegiatan tahunan misalnya medical check-up juga perlu dituliskan di dalam jurnal kegiatan.

Arranging Activities
Fase ini bisa juga disebut sebagai fase perencanaan aktivitas. Namun dibandingkan dengan “merencanakan,” arranging lebih tepat di terjemahkan sebagai “mengelola” aktivitas. Tandai jam-jam di mana Anda merasa paling kreatif. Kesempatan ini bisa ditemui untuk diskusi dengan tim, atau mengisolasi diri dari orang lain supaya bisa fokus untuk hal-hal yang butuh konsentrasi tinggi.

Juga jangan lupa untuk mengalokasikan waktu paling tidak 30 sampai 60 menit per hari untuk berolah raga, menjernihkan pikiran, meditasi, atau mengisi jurnal perencanaan hari berikutnya.

Flexicuting Activities
“Flexicuting” berasal dari dua kata yang digabungkan “flexible” dan “executing” atau flexible execution. Dalam eksekusi, tidak perlu terlalu kaku mengikuti perencanaan yang telah ditulis di jurnal. Namun usahakan supaya tidak ada interupsi maupun distraksi yang mengganggu kelancaran aktivitas.
Jalankan aktivitas dari yang berprioritas tertinggi, satu per satu sehingga selesai secepatnya dengan minimal revisi.

Focusing on Activities
Belajarlah untuk menolak hal-hal yang di luar prioritas Anda pada hari ini, minggu ini, bulan ini atau bahkan tahun ini. Namun “interupsi” yang membangun aktivitas yang telah direncanakan tentu saja boleh dipertimbangkan.

Intinya adalah fokus pada aktivitas namun membuka diri terhadap hal-hal membangun dan menutup diri terhadap hal-hal yang membebani aktivitas maupun memperlemah hasil akhir yang diharapkan. Internet surfing, misalnya bisa menjadi faktor akselerasi aktivitas apabila digunakan untuk riset. Namun ia bisa menjadi faktor yang memperlemah hasil akhir apabila ternyata digunakan untuk hal-hal yang fun saja.

Banyak orang kurang bisa menolak ketika tugas maupun aktivitas ditambah. Tentu saja apabila supervisor Anda yang meminta, maka wajib diterima dan dijalankan. Namun sering kali hanya teman di luar pekerjaan yang minta tolong ini dan itu. Maka ini harus dengan tegas dan ramah ditolak.

Demikian artikel Manajemen-waktu-dan-aktivitas  Akhir kata, setiap hari kita diberi 24 jam serta hadiah waktu, energi, dan pilihan. Bagaimana kita mengalokasi waktu setiap jamnya dengan aktivitas-aktivitas yang mendekatkan kita ke tujuan merupakan tantangan yang perlu dijalankan setiap hari. Setiap hari adalah pilihan untuk menuju masa depan yang lebih baik.
Kesuksesan sendiri adalah mindset dan instrumen-instrumen yang digunakan adalah waktu, energi, dan pilihan.


Sumber :
http://www.andriewongso.com/articles/details/8143/Manajemen-Waktu-dan-Aktivitas- 

Jangan lupa kasih komentar dan klik G+1 yang ada di bawah postingan ini ya.. THANKS !! 

7 CARA MENDAPATKAN KEPERCAYAAN KONSUMEN


http://www.volusion.com/demo/37408/upload/uploadedFiles/5.05.10%20trust.JPGPelanggan mana yang rela membelanjakan uangnya untuk produk yang belum pernah mereka coba. Hanya sedikit pelanggan yang rela coba-coba. Dibutuhkan cara-cara khusus untuk meraih kepercayaan pelanggan. Tidak hanya sampai disitu. Mereka akan berubah nama dari pelanggan biasa menjadi pelanggan setia. Siapa bilang harga secangkir kopi di Starbucks itu murah? Tapi mengapa masih banyak saja pelanggan setia yang rela membayar mahal hanya untuk secangkir kopi ala Starbucks. Berbicara soal rasa, kopi Starbucks relatif sama dengan kopi-kopi pada umumnya. Cara khusus atau kunci sukses Starbucks adalah karena mereka dapat meyakinkan dan meraih kepercayaan pelanggan bahwa kopi yang mereka jual sangat layak dihargai semahal itu. Berikut kami paparkan 3 cara untuk meraih kepercayaan pelanggan dan menjadikannya pelangan setia Anda.


1. Membangun Reputasi
Orang-orang memilih sesuatu berdasarkan perasaanya. Mereka kemudian mempertahankan pilihannya melalui logika atau pemikiran. Kalau begitu, produk yang Anda jual haruslah mempunyai keunggulan-keunggulan yang secara psikologis dapat menarik minat pelanggan. Lakukanlah promosi. Hal ini bertujuan untuk menjaring dan membuat pelanggan Anda yakin. Lakukan promosi baik di dunia nyata maupun di dunia maya, seperti media social twitter, facebook dan BBM. Tapi lakukanlah promosi sewajarnya saja, jangan berlebihan. Jika produk Anda memang berkualitas, maka bentuk promosi terbaik adalah promosi dari mulut ke mulut melalui pelanggan yang telah mencoba kualitas produk dan pelayanan Anda.

2. Meningkatkan Kualitas
Entah pelanggan Anda termasuk pelanggan biasa apalagi pelanggan cerdas tentu mereka tidak mau rugi. Rugi dalam artian mereka membelanjakan uangnya pada produk yang tidak berkualitas. Mereka tidak mendapatkan sesuatu yang sesuai dengan uang yang mereka berikan. Orang-orang rela membayar mahal demi mendapatkan kualitas produk dan pelayanan prima. Menonton film, contohnya. Beberapa pelanggan rela membayar lebih mahal untuk menonton film di studio 21. Padahal, dengan judul film yang sama mereka dapat membayar lebih murah dengan menyewa kaset DVD dan menontonnya di rumah. Inilah keunggulan kualitas produk dan pelayanan prima. Studio 21 menyediakan sofa yang empuk, kualitas suara dan video yang tinggi, pelayanan prima dan tentunya citra. Beberapa orang sebenarnya membeli citra, bukan produk. Untuk membangun citra dalam suatu produk, tingkatkan kualitas.

3. Mintalah Testimoni
Cara yang terakhir ini sering dilakukan oleh beberapa rumah makan. Mereka meminta testemoni pelanggan mereka dengan mengumpulkan foto, tanda tangan dan apresiasi kemudian mereka tempelkan di dinding-dinding rumah makan agar dapat dilihat oleh pelanggan lainnya. Mintalah testemoni tokoh-tokoh terkenal atau pelanggan setia Anda sebagai bahan pertimbangan bagi calon pelanggan Anda dan calon pelanggan setia Anda. Testemoni biasa juga dilakukan oleh para penulis untuk mendongrak penjualan buku-bukunya.
Selamat meraih kepercayaan pelanggan!

4. Biarkan Prospek Menguji Anda
Terkadang tentu anda menjumpai prospek yang banyak melontarkan pertanyaan kepada anda. Bersabarlah. Biarkan mereka menguji kemampuan anda. Ingat, semakin banyak ujian yang anda hadapi, tentu akan membuat anda menjadi semakin ahli. Dan yang terpenting ketika prospek anda selesai memberikan ujian kepada anda, biasanya mereka sungguh percaya kepada anda. Seiring berjalannya waktu, mungkin anda juga akan mendapatkan komplain dari pelanggan anda. Tunjukan sikap profesional dan segera selesaikan masalah tersebut.

5. Bangun Komunikasi Yang Baik
Lancarnya proses komunikasi anda dan calon konsumen berperan besar terhadap terbangunnya rasa percaya. Nah dalam bisnis online kita dapat mulai membangun komunikasi dengan menggunakan blog. Bagaimana caranya? Yaitu dengan menyapa para pengguna internet dengan memberikan artikel yang bermanfaat. Selain itu turut aktif berkomentar, blogwalking, dan trackback juga dapat dilakukan untuk memperlancar komunikasi bisnis anda dengan calon konsumen.

6. Berikan Bukti Nyata
Berikan bukti jika produk anda memang berhasil. Jika anda pelaku MLM, maka tentu anda memiliki 2 produk. Produk anda dan juga peluang bisnis yang anda tawarkan. Tunjukan bukti jika produk anda bermanfaat. Anda dapat memperlihatkan testimoni-testimoni mereka yang telah memakai produk anda. Begitu juga dengan tawaran bisnis anda. Anda dapat tunjukan ada berapa banyak orang yang telah berhasil menjalan tawaran bisnis anda, siapa saja mereka, berasal dari latar belakang apa saja. Anda juga perlu transparan dengan penghasilan yang telah anda dapat dari bisnis yang anda tawarkan tersebut.

7. Pengetahuan Tentang Produk
Menunjukkan kepada klien bahwa Anda tahu apa yang Anda bicarakan. Memberi mereka petunjuk membantu dan pedoman yang berhubungan dengan apa yang Anda jual. Bicara tentang bagaimana melakukan instalasi atap jika Anda menjadi produk-produk perangkat keras atau memberikan artikel tentang permukiman asuransi jika Anda seorang pengacara penyelesaian. Anda tidak perlu menjadi perusahaan besar untuk memanfaatkan daftar-memilih. Jika pelanggan Anda melihat Anda sebagai seseorang yang tahu apa yang dia lakukan dan mengatakan, mereka akan mempercayai Anda dengan cepat.

Sumber :
http://banjir-uang-otomatis.blogspot.com/2010/07/4-cara-mudah-mendapatkan-kepercayaan.html
http://cara.segiempat.com/umum/finansial/3-cara-meraih-kepercayaan-pelanggan/

CARA MENGENALI KARAKTER SEORANG PENGUSAHA


Cara Mengenali Karakter Seorang Pengusaha SuksesAnda adalah seorang pengusaha? Atau Anda adalah seseorang yang bermimpi menjadi seorang pengusaha. Tentu Anda tidak mau menjadi seorang mantan pengusaha karena bangkrut. Tahan dulu! Apa sebenarnya tolok ukur seseorang disebut pengusaha yang sukses. Karena bangsa kita membutuhkan lebih banyak pengusaha untuk meningkatkan daya beli dan menyediakan lapangan pekerjaan. Selain membantu dirinya sendiri dan keluarganya, seorang pengusaha yang sukses tentu akan membantu meningkatkan kesejahteraan bangsanya. Pasar memberhentikan karyawan-karyawan setiap harinya. Hanya seorang pengusaha yang membersihkan karyawan tersebut dari debu-debu pemecatan dan pengangguran. Pengusaha sukses tentu dikelilingi oleh investor yang memiliki usaha dan karyawan yang sukses. Berikut kami paparkan cara mengenali karakter seorang pengusaha sukses dengan membagi tipikal mereka ke dalam beberapa jenis. 


1. Pengusaha Individualis
Tipikal pengusaha seperti ini hanya memikirkan keuntungan dirinya. Di otaknya hanya ada uang, uang dan uang. Kesalahaan sedikit saja karyawannya akan dimarahi besar-besaran bahkan kadangkala berujung pada pemecatan secara semena-mena. Cara mengenalinya dengan melihat pandangan pengusaha tersebut tentang arus kas. Pengusaha yang sangat cakap berhitung (teliti) tapi sangat perhitungan (pelit) adalah termasuk tipikal pengusaha individualis. Pengusaha tipikal ini akan sangat sulit mengembangkan usahanya. Kalaupun berkembang, orang-orang bahkan karyawannya tidak senang akan perkembangan usahanya tersebut.

2. Pengusaha Sosialis
Dikarenakan rasa berbaginya yang sangat tinggi kepada sesame termasuk karyawan dia bahkan lupa telah mengambil uang kas untuk keperluan yang bukan pada temapatnya, berbagi. Pengusaha tipikal ini sering lupa menggaji dirinya sendiri dan lupa pula untuk melakukan investasi masa depan. Itu karena dia terlalu baik. Pengusaha yang tidak berhitung (tidak teliti) tapi tidak perhitungan (dermawan) adalah cirri pengusaha sosialis. Pengusaha tipikal ini juga kesulitan mengembangkan usahanya. Hal tersebut disebabkan kurangnya ketelitian dan ketegasan dari pengusaha tersebut. Tapi ketimbang pengusaha tipikal sebelumnya, tipikal pengusaha seperti ini cenderung lebih merasa kebahagiaan hidup bersama karyawan-karyawannya.

3. Mantan Pengusaha
Mimpi Anda untuk menjadi pengusaha kini betul-betul tinggal mimpi belaka. Kurangnya pengetahuan tentang mengelola perusahaan dan tentu tidak ada aplikasi karena tidak ada pengalaman. Maka pembukaan usahanya berada pada bulan yang sama dengan penutupan usaha tersebut. Pengusaha yang tidak berhitung dan perhitungan adalah karakteristik dari mantan pengusaha. Jangankan mengembangkan usaha, mempertahankan usahanya untuk tetap berjalan saja dia tidak sanggup.

4. Pengusaha Sukses
Pengusaha sukses tentu adalah pengusaha yang kaya dan mengayakan. Pengusaha yang sukses dan menyukseskan. Pengusaha yang bahagia dan membahagiakan. Kesuksesannya menular, singkatnya. Dengan melihatnya, orang-orang terinspirasi untuk menjadi pengusaha. Bahkan mantan pengusaha akan semangat dan terinspirasi kembali untuk menjadi pengusaha seperti ini. Ciri utama pengusaha sukses adalah berhitung (teliti) tapi tidak perhitungan (dermawan). Selain meraih kekayaan materi dia juga meraih kekayaan nonmateri. Kebahagiaan dunia dan akhirat.
Selamat berwirausaha!


Sumber : 
http://cara.segiempat.com/umum/finansial/cara-mengenali-karakter-seorang-pengusaha-sukses/

CARA SUKSES 5 PEMIMPIN PERUSAHAAN TERBAIK DUNIA


Seperti kata pepatah, “ Tidak ada prajurit yang salah, komandan yang salah. “ Begitupun sebaliknya. Sukses tidaknya sebuah organisasi sangat bertumpu pada daya juang sang pemimpin organisasi tersebut. Banyak perusahaan kelas dunia tumbuh berkembang dengan pesat karena andil pemimpin perusahaan tersebut. Mereka bukan hanya menginspirasi, mereka menjadi ruh dalam perusahaan tersebut. Inilah cara sukses 5 pemimpin perusahaan terbaik dunia :


1. Berpikir Kreatif
Margaret C. Whitman (CEO eBay)
Bahwa pikiran kreatif tidak akan bisa dibendung oleh batas zaman. Kita dapat mematikan seseorang, tapi kita tidak dapat mematikan sebuah ide. Perusahaan yang dipimpinnya adalah eBay. Salah satu perusahaan pelelangan online terbesar di dunia. Dia juga membuktikan bahwa kaum perempuan mampu menjadi pemimpin perusahaan yang sukses.

2. Pandai Beradaptasi
Jong-yong Yun (CEO Samsung Electronic)
Dialah salah satu aktor di balik kesuksesan besar yang diraih Samsung dalam beberapa tahun belakang ini. Katanya, “ kita harus berubah dan beradaptasi secara konstan terhadap lingkungan yang baru. “ Untuk maju dan berkembang, kita harus mampu mengikuti perkembangan itu sendiri. Karena apa yang baik hari ini, bisa jadi tinggal kenangan di esok hari. Berlarilah, hingga kebosanan, bosan mengejarmu.

3. Optimisme yang Terukur
Eric Schmidt (CEO Google)
Persaingan bisnis di bidang informasi teknologi menuntut kita untuk berpikir tangkas, mobile dan fleksibel. Dalam hitungan detik, perkembangan informasi dan teknologi lahir di sana-sini. Tentu, terlambat sekian detik saja, membuat Anda bisa tertinggal bermil-mil jauhnya. Sang pemimpin perusahaan Google ini berkata, “ Kami datang bukan untuk berharap dan bergantung pada sesuatu. Kami di sini untuk menang. “ Optimisme beda dengan keangkuhan. Optimisme adalah keyakinan yang terukur.

4. Bereaksi Cepat
John T. Chambers (CEO Cisco System)
Beliau bukanlah pemilik distro Chambers (salah satu nama toko pakaian). Beliau adalah pemimpin perusahaan Cisco System. Perusahaan yang bergerak dalam bidang teknologi informasi. Menurutnya, “ kecepatan adalah esensi untuk menanggapi situasi krisis. Selain itu, kita harus focus untuk memobilisasi secara tepat sumber daya yang ada untuk membantu pemulihan, baik untuk pelanggan juga untuk karyawan sendiri. “ Dengan berpikir secara cepat, kita akan bertindak secara cepat. Dan kita akan menyelesaikan tantangan secara cepat pula.

5. Visioner
Fujio Mitarai (CEO Canon)
“ Kita harus selalu menanam bibit untuk satu decade berikutnya dan untuk masa jauh ke depan, “ ujar Fujio Mitarai. Mulai dari printer, mesin foto copy sampai kamera hanya orang gaptek yang tidak mengenal produk canon. Visioner atau berpikir jauh ke depan adalah sebuah langkah pencegahan awal untuk tantangan-tantangan di masa depan, tanpa meninggalkan tantangan masa kini tentunya.
 
       Nah, sudahkah Anda terinspirasi oleh 5 pemimpin perusahaan besar di atas? Anda juga bisa mengambil contoh pada pemimpin perusahaan besar lainnya seperti Bill Gates, Steve Jobs, Mark Zuckenberg dan pendiri Twitter, Jack Dorsey. Dengan mengikuti cara atau jalan orang-orang yang telah sukses, semoga kita juga dapat sukses seperti mereka atau bahkan melebihi mereka. Semoga!


Sumber : 
http://cara.segiempat.com/umum/finansial/cara-sukses-5-pemimpin-perusahaan-terbaik-dunia/

APA YANG ANDA LAKUKAN SEBELUM MEMBUKA USAHA ?


Mengapa ada orang-orang yang sukses berbisnis, dan selebihnya adalah orang-orang yang belum sukses atau bahkan gagal dalam berbisnis? Tentu ada formulasi atau cara khusus yang membedakan pengusaha sejati dengan pengusaha abal-abal atau pemimpi belaka. Setiap hari, tidak terhitung jumlahnya pasar membuang pekerja-pekerja ke dalam jurang pengangguran. Hanya pengusaha sejati yang membersihkan para pengangguran tersebut dan memberikannya pekerjaan yang layak. Pengusaha menekan jumlah pengangguran. Setali tiga uang, kehadiran pengusaha juga dapat membantu program kerja pemerintah. Nah, kali ini kita akan mempelajari tentang solusi finansial. Sebelum Anda membuka usaha, lakukan cara ini;


1. Mengapa Anda perlu Berbisnis
Tanyakan kepada diri Anda mengapa Anda perlu berbisnis. Lalu lanjutkan dengan pertanyaan mengapa Anda memilih bisnis yang ini, bukan yang itu. Mungkin karena hobi, kreativitas, sesuai dengan disiplin ilmu atau ijazah Anda atau karena terinspirasi melihat kesuksesan pengusaha-pengusaha lainnya dalam bidang usaha ini. Sebelum Anda terjun ke dunia praktik, Anda harus selesai dulu pada tahap ini.

2. Apa Bisnis yang ingin Anda Buka
Setelah mantap dalam hal visi atau tujuan Anda dalam memulai bisnis, kini Anda diperhadapkan pada pertanyaan ; bisnis apa yang ingin Anda buka. Apa yang Anda ingin kembangkan dalam bisnis tersebut. Setelah terjawab, selanjutnya adalah;

3. Siapa Target Pasar dan Mitra Kerja Anda
Pertanyaan ini sangatlah penting. Mengingat setiap bisnis memiliki pangsa pasar sendiri-sendiri. Apakah mahasiswa, pekerja, anak-anak, wanita atau mungkin target pasar Anda adalah semua orang. Tanpa peduli usia, pekerjaan dan gender orang tersebut. Lebih universal, lebih bagus. Tapi Anda harus realistis, usaha Anda harus benar-benar nyata untungnya. Bukan sekadar dalam alam khayal. Mitra kerja juga harus Anda perhatikan. Pilihlah mitra kerja terbaik dalam bidangnya masing-masing yang Anda ketahui. Bukan karena alasan keluarga, teman atau ketidakenakan hati. Carilah investor yang kaya pengalaman, CEO handal hingga karyawan-karyawan kooperatif dan jujur.

4. Dimana Lokasi Bisnis Anda
Jika target konsumen sudah jelas dan akurat, maka giliran selanjutnya adalah menentukan dimana lokasi bisnis yang ingin Anda buka. Lokasi haruslah sesuai dengan target pasar Anda. Misalnya target pasar Anda adalah mahasiswa, maka tidak wajar kalau Anda membuka usaha di daerah gunung. Carilah lokasi di sekitar kampus, tentunya. Ada begutu banyak lokasi bisnis. Misalnya di sekitar kampus, pusat perbelanjaan, pantai atau bahkan di rumah Anda sendiri.

5. Kapan Bisnis Anda Dibuka
Percuma berteori setinggi langit kalau Anda tidak menentukan kapan bisnis Anda akan dibuka. Betul-betul dibuka, bukan sekadar ditarget. Ingat pula apakah bisnis Anda buka 24 jam ? Apakah Anda buka setiap hari ? Targetkan perencanaan waktu tersebut dengan realistis. Jangan buru-buru, jangan juga kelamaan.

6. Bagaimana Menjalankan Bisnis Anda
Kelima cara sebelumnya adalah tahap teoritis. Disinilah tahap yang paling penting. Hanya membuang waktu belajar teori tanpa tindakan yang nyata. Di tahap pamungkas inilah pertanyaan pada awal artikel ini terjawab. Apakah Anda pengusaha sejati atau hanya sekadar pemimpi? 


Sumber : 
http://cara.segiempat.com/umum/finansial/sebelum-anda-membuka-usaha-lakukan-cara-berikut/ 


4 CARA MENINGKATKAN MOTIVASI BERBISNIS

4 Cara Meningkatkan Motivasi BerbisnisPerbedaan mendasar antara karyawan dan pengusaha adalah tanggung jawab atas perusahaan tempat mereka bekerja. Mereka bisa saja datang dan pulang dalam waktu yang nyaris bersamaan. Kucuran keringat mungkin pula tidak jauh-jauh amat perbedaannya. Tanggung jawablah perbedaan mendasarnya. Karyawan bertanggung jawab pada pekerjaannya pada bisnis orang lain (pengusaha). Sementara pengusaha bertanggung jawab pada pekerjaan dan bisnisnya sendiri. Maka, sesuatu yang harus ada dalam diri setiap pengusaha atau pebisnis adalah motivasi. Tidak cukup sampai disitu, ianya juga harus meningkatkan dan mengembangkan motivasi tersebut kepada para karyawan mengingat zaman yang juga terus meningkat dan berkembang. Berikut kami paparkan beberapa cara dalam meningkatkan motivasi bisnis Anda;

1. Berpikir Positif
Berpikir positif tidak hanya baik bagi kesehatan pikiran Anda. Hal ini juga bermanfaat bagi kesehatan tubuh Anda. Beberapa orang kaya yang makanannya di restoran mewah tapi selalu berpikir negatif justru paling sering dijangkit oleh penyakit berat semisal penyakit jantung, stroke dan tekanan darah tinggi. Sebaliknya, gelandangan yang makannya hanya makanan sisa restoran mewah tadi, tapi selalu berpikir positif justru sehat-sehat saja. Paling buruk penyakitnya hanya panu atau penyakit ringan lainnya. Kami tidak melarang Anda untuk berpikir kritis terhadap segala sesuatu. Tetaplah kritis dengan optimism yang terukur dan tetap berpikir positif. Dengan begitu, pemikiran-pemikiran negatif yang dampaknya juga negative perlahan-perlahan tidak akan mendapat tempat di ruang pikiran Anda.


2. Ciptakan Lingkungan Positif
Tidak ada gunanya berpikir sepositif mungkin jika lingkungan Anda diisi oleh orang-orang yang sering berpikir negatif. Lama-kelamaan Anda akan terbawa untuk berpikir negatif. Menyumbat telingan bukanlah solusi yang tepat. Meninggalkan mereka juga bukan solusi utama. Solusinya adalah menciptakan lingkungan positif. Jika Anda sudah berusaha tapi tidak menuai hasil, kurangi intensitas Anda bersama mereka. Hanya membuang-buang energi, waktu dan daya pikir positif Anda. Dengan bergaul dengan orang-orang yang berpikir positif, pikiran Anda semakin positif. Dan ini penting untuk perkembangan bisnis Anda.

3. Fokus pada Tujuan Utama
Jika Anda menumpangi taksi, apa yang pertama kali Anda katakan pada sopir taksi? Tujuan! Kalau Anda tidak menyebutkan tujuan, Anda mendapat banyak pukulan. Pukulan pertama yakni habisnya waktu dan uang Anda untuk menbayar argo taksi. Anda juga menerima pukulan kedua berupa tidak sampai-sampainya Anda pada tujuan Anda. Menyebutkan tujuan saja tidak menjamin sampai Anda pada tujuan Anda itu, apalagi tidak menyebutkan atau memiliki tujuan sama sekali. Singkirkan penghalang-penghalang yang menghalangi Anda untuk sampai pada tujuan secara cepat dan tepat.

4. Pikirkan dan Lakukan
Memikirkan sesuatu secara matang bukan berarti melakukan pertapaan di dalam goa selama 40 hari. Kelamaan berpikir pasti kelamaan bertindak. Kelamaan bertindak pasti kelamaan mendapatkan hasil. Jangan tunggu sampai basi. Lagipula, jika Anda gagal itu akan menjadi pelajaran. Kegagalan adalah pelajaran berharga yang dapat Anda petik dari hal-hal yang belum berhasil Anda capai. Yang terpenting adalah setelah Anda gagal, pahami kegagalan Anda dan jangan gagal lagi dalam konteks yang sama. Kegagalan terbesar adalah tidak mencoba sesuatu yang statusnya halal dan legal.
Semoga motivasi bisnis Anda meningkat!


Sumber : http://cara.segiempat.com/umum/finansial/4-cara-meningkatkan-motivasi-berbisnis/

Jumat, 14 Juni 2013

CARA MENDONGKRAK NILAI JUAL


Hari ini SamSam akan membahas tentang Cara-Mendongkrak-Nilai-Jual. Dalam dunia kerja, saya temukan ada dua jenis pekerja white collar. Pertama adalah para profesional yang selalu merasa tidak puas dengan posisinya saat ini, tetapi tidak memiliki bargaining power yang cukup untuk memperbaikinya. Kedua, adalah para profesional yang punya bargaining power tinggi dan dapat menikmati berbagai kemudahan maupun fasilitas lebih.

Profesional jenis pertama memang "apes" nasibnya. Posisi mereka kurang bagus, gaji di bawah standar, mentok karirnya, perusahaannya kurang maju, dan mereka mengalami demotivasi. Dalam situasi seperti ini, biasanya salah satu kesibukan mereka adalah mengamati iklan lowongan kerja dan mengirimkan banyak surat lamaran, dengan harapan akan mendapat peluang baru. Posisi tawar profesional seperti ini memang selalu lemah. Profesional jenis kedua, sebaliknya, adalah profesional unggul yang punya “argo” tinggi. Maksud saya, mereka punya posisi bagus, “disayang” perusahaan, gaji standar tinggi, dan tunjangan berlimpah. Lebih enaknya lagi, mereka selalu diburu oleh para head hunter. Setiap kali ada tawaran untuk pindah perusahaan, mereka pasti mendapat tawaran posisi, gaji, tunjangan, fasilitas, dan tantangan yang lebih besar. Bagi mereka, hidup selalu dihampiri oleh beragam pilihan baru yang menarik dan penuh tantangan.

Bekerja bersama para profesional unggul adalah sebuah kenikmatan yang luar biasa. Benar! Passion mereka, hasrat mereka, dan tenaga mereka, serasa tidak pernah habis. Namun, apakah profesional unggul dan berharga tinggi seperti itu banyak jumlahnya? Tampaknya tidak banyak. Itu sebabnya nilai jual mereka tinggi dan selalu saja jadi rebutan di mana-mana. Karena jadi rebutan, harganya pun lumayan tinggi dan terus meninggi. Hukum supply and demand berlaku di sini.

Nah, sebenarnya apa ciri-ciri profesional yang unggul dan bernilai jual tinggi itu? Dari pengamatan dan pengalaman saya sebagai motivator maupun pengusaha, saya temukan beberapa ciri profesional unggul berikut ini:

Punya kepercayaan yang tinggi pada kemampuan diri
Profesional yang berharga tinggi memang punya kemampuan-kemampuan dasar (teknis maupun manajerial) yang lengkap dan unggul dibanding profesional rata-rata. Selain hal dasar itu, mereka juga sangat percaya diri dengan kemampuannya tersebut. Alhasil, orang dapat melihat adanya “aura” keyakinan yang kuat bahwa mereka akan selalu berhasil menaklukkan setiap tantangan.

Punya visi sukses
Sebenarnya banyak profesional yang punya skill tinggi, tapi mereka tidak selalu punya visi yang jelas mengenai keberhasilan-keberhasilan yang dapat mereka raih. Itulah bedanya. Profesional yang paling sukses selalu menawarkan visi kemajuan kepada perusahaan yang mereka pimpin atau yang mempekerjakan mereka.

Track record bagus
Ini tidak terbantahkan. Hanya profesional yang punya portofolio dan kinerja sempurna yang punya posisi bagus. Track record menjadi modal utama dalam setiap proses tawar menawar. Mereka yang punya track record bagus, pasti nilai jualnya tinggi.

Punya karakter
Profesional yang unggul bukanlah orang-orang yang lemah karakternya. Profesional unggul selalu punya karakter kuat sehingga mereka dapat menangani banyak persoalan dengan efektif dan efisien. Karena keunggulan karakter itu, mereka merupakan para leader di bidangnya masing-masing. Mereka sadar dengan kekuatan kharakternya itu, dan benar-benar tahu bagaimana menjual atau memanfaatkannya.

Memberi lebih
Inilah salah satu ciri khas profesional yang unggul, yaitu sanggup memberikan sesuatu yang lebih kepada perusahaan. Memberikan apa yang dituntut perusahaan adalah hal biasa bagi mereka. Tapi memberi di atas target perusahaan, itulah tantangan yang selalu ingin mereka pecahkan.

Pertanyaannya kemudian, adakah profesional unggul yang kurang beruntung? Ada! Bisa jadi kualitas-kualitas teknis dan manajerial yang dimiliki memang unggul, tetapi kesempatan agak jarang menghampiri. Mengapa demikian? Mungkin karena sebab-sebab kepribadian atau motivasional. Soal kepribadian, semisal yang bersangkutan cenderung menutup diri, tidak punya networking, kurang berani bicara atau menjual diri, atau berjiwa konservatif (kurang suka tantangan dan hal-hal baru). Sementara hambatan motivasional bisa berupa lemahnya need for achievment dan tidak adanya visi kesuksesan dalam diri yang bersangkutan.

Bagaimana dengan profesional yang punya skill bagus tetapi kurang beruntung dan ingin mendongkrak harga jualnya? Ada beberapa kiat dari saya. Yang pasti dan sangat mendasar, ciri-ciri profesional unggul seperti saya paparkan di atas harus dibangun. Susah memang, tetapi itu harus. Itu harga mati! PR selanjutnya, adalah:

Menempa kemampuan diri dengan belajar terus-menerus
Ini sudah menjadi slogan para profesional dewasa ini. Tetapi seberapa banyak profesional yang benar-benar melakukannya? Belajar dan terus belajar, itulah rahasia keberhasilan orang sukses. Belajar dari siapa saja yang punya pengalaman dan kemampuan lebih dibanding diri kita.

Terus menjalin networking
Tanpa networking yang berkualitas, karir bisa mandek. Mengapa? Karena dari networking-lah banyak kesempatan dan peluang datang. Dari networking pula kita bisa menciptakan sendiri kesempatan-kesempatan kita.

Update terus informasi
Jangan mau tertinggal oleh informasi-informasi terbaru. Bill Gates berpesan demikian, dalam buku Business @ The Speed of Thought. Jadi, terus up date informasi melalui internet, jurnal, koran, majalah, buku-buku, dan seminar-seminar.

Berani menjual diri
Siapa pun boleh mengatakan bahwa dirinya adalah yang terbaik di bidang tertentu. Tetapi jika orang lain tidak tahu, siapa yang akan menggunakan jasa atau keahliannya itu..? Jadi, beranilah berbicara mengenai kemampuan dan keahlian diri sendiri. Ini eranya personal branding! Yang tidak berani menjual diri ya, tidak laku.

Demikian Cara-Mendongkark-Nilai-Jual , sesungguhnya, bagi orang-orang yang punya kualitas unggul, kesempatan bagus akan selalu datang kepadanya. Entah itu kapan, ada yang cepat ada pula yang lambat.

Sumber : 
http://www.andriewongso.com/articles/details/10574/Mendongkrak-Nilai-Jual


Jangan lupa kasih komentar dan klik G+1 yang ada di bawah postingan ini ya.. THANKS !!
 

14 FAKTA TENTANG KONSUMEN


  1. Saat ada satu konsumen yang complain karena tidak puas akan pelayanan Anda, disaat bersamaan ada 26 konsumen lain yang juga tidak puas tapi tidak complain dan akan segera memilih untuk pindah kelayanan lain yang ada.
  2. Seorang konsumen yang tidak puas akan menceritakan pengalamannya pada 9-15 orang. Sekitar 13% di antaranya bahkan bercerita kepada lebih dari 20 orang.
  3. Konsumen yang puas dengan pelayanan perusahaan akan menceritakan pengalamannya itu pada 4-6 orang.
  4. Sekitar 70% transaksi terjadi karena factor bagaimana kesan konsumen terhadap pelayanan perusahaan.
  5. 55% dari konsumen mau membayar lebih untuk pelayanan yang lebih baik.
  6. Harga bukanlah alasan utama perginya konsumen, alasan utamanya adalah pelayanan yang buruk.
  7. 94% konsumen tidak suka bila ia “dilemparkan” dari satu orang ke orang lain lebih dari satu kali.
  8. 84% konsumen paling  jengkel saat  Customer Service yang ditemuinya tidak menguasai product knowledge.
  9. Anda harus membayar harga 6 atau 7 kali lebih besar  untuk mendapatkan pelanggan baru ketimbang mempertahankan yang sudah ada.
  10. 68% pelanggan pergi karena mereka merasa kecewa dengan perlakuan yang mereka terima ketika bicara dengan petugas Customer Service.
  11. Konsumen yang keluhannya direspon dengan baik biasanya akan menjadi konsumen loyal, bahkan ‘penasehat’ bagi perusahaan.
  12. Peluang keberhasilan menjual kepada pelanggan adalah 60-70%, sedangkan kepada consumen baru adalah 5-20%.
  13. Konsumen memerlukan 12 pengalaman positif untuk bias pulih dari 1 pengalaman negative terhadap satu layanan.
  14. 71% pengusaha besar percaya bahwa persaingan bisnis selanjutnya adalah tentang memberikan pengalaman terbaik pada konsumen.
Sumber : 
SmartBook Spirit Motivator Februari 2013